MENAIKKAN KELARUTAN OKSIGEN (DISSOLVE OXYGEN) DALAM AIR

 Oksigen terlarut (dissolved oxygen atau DO) merupakan faktor yang sangat penting dalam budidaya ikan dan udang. Kekurangan oksigen dapat membahayakan hewan air karena bisa menyebabkan stress, mudah tertular penyakit, menghambat pertumbuhan bahkan dapat menyebabkan kematian sehingga dapat menurunkan produksitifitasnya (Kordi & Tacung,2007). Atas dasar itulah perlu dilakukan usaha penyegaran kembali air atau aerasi dengan menggunakan aerator.

Tipe Aerator Untuk Menaikkan Kelarutan Oksigen

Salah satu tipe aerator yang sering digunakan rekan-rekan petambak pada umumnya adalah Kincir (Paddle Wheel). Laju aerasi dipengaruhi oleh luas permukaan kontak air dan udara, perbedaan konsentrasi oksigen, koefisien lapisan film dan turbulensi yang terjadi (Boyd 1998). Geometri, ukuran, dan kecepatan putaran kincir mempengaruhi kinerja aerasi (Peterson & Walker 2002; Moulick et al. 2002). Kincir dengan ukuran yang lebih besar mempunyai kecenderungan aerasi yang lebih besar. Namun peningkatan laju aerasi tersebut selalu diikuti oleh besarnya tahanan gerak dari sudu sehinggga membutuhkan tenaga penggerak kincir yang besar pula. Besarnya tenaga penggerak ini merupakan permasalahan tersendiri dalam penggunaan aerator tipe kincir karena berkenaan dengan biaya operasional yaitu konsumsi daya listrik ataupun penggunaan bahan bakar.

Seiring dengan fluktuasi harga udang vaname, besarnya biaya daya listrik ataupun bahan bakar solar sebagai penggerak aerator kincir ini menjadi permasalahan dalam peningkatan hasil panen (dan keuntungan bagi petambak udang intensif) yang terus menerus terjadi dalam setiap siklus budidaya.

Prinsip Aerasi

Aerasi adalah penambahan udara yang mengandung oksigen kedalam air. Aerasi dapat dilakukan dengan bantuan alat mekanik yang disebut aerator (Boyd, 1982). Aerasi dapat dilakukan dengan dua cara :
# Pertama, Udara dimasukkan ke dalam air dengan dideburkan     (splasher aerator)
# Kedua, Gelembung udara dilepaskan ke dalam air (bubbler aerator).
Seberapa banyak dan cepat gas (oksigen) dipindahkan kedalam dan keluar dari air tergantung pada kondisi kesetimbangan (konsentrasi jenuh) dan perpindahan massa (Boyd,1998; Lekang, 2007).

Menurut Lekang (2007) pelarutan oksigen dalam air terjadi melalui tiga tahapan, yaitu gas oksigen dari udara menuju permukaan film, kemudian berdifusi melalui permukaan film dan terakhir bergerak kedalam massa air. Gaya dorong menyebabkan oksigen masuk ke air yang kurang jenuh dimana adanya perbedaan tekanan oksigen dalam air dan tekanan oksigen di udara.
Perbedaan ini lebih besar ketika konsentrasi DO dalam air 0 mg/ltr.  Peningkatan konsentrasi DO dalam air menurunkan kekurangan oksigen (gaya dorong berkurang),  sehinga laju pemindahan oksigen dari sebuah aerator menurun sebagaimana meningkatnya konsentrasi DO.  Tekanan oksigen di udara membawa oksigen ke dalam air hingga tekanan oksigen dalam air sama dengan tekanan oksigen di atmosfir.
Ketika tekanan oksigen dalam air dan atmosfir sama, gerakan molekul oksigen dari atmosfir menuju air berhenti.
Air dikatakan menuju kesetimbangan atau jenuh dengan oksigen terlarut ketika tekanan oksigen dalam air sama dengan tekanan oksigen di udara (Boyd, 1998). Konsentrasi oksigen terlarut dalam air pada saat jenuh bervariasi berdasarkan temperatur, salinitas, dan tekanan pengukuran.  Temperatur dan salinitas yang tinggi akan menurunkan kelarutan oksigen dalam air (Benson dan Krause, 1984; Ruttanagosrigit et all, 1991; Fast et all, 1999 dan Vinatea , 2007).

Pada kondisi normal (26° C, 0 ppt) kelarutan oksigen sekitar 8 ppm. Oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) diperlukan biota air untuk pernapasannya sehingga bila ketersediaannya di dalam air tidak mencukupi maka segala aktivitas biota akan terhambat (Kordi dan Tacung, 2007). Hal ini dapat terjadi pada malam hari, karena respirasi ikan, tumbuhan dan organisme lainnya mengakibatkan konsentrasi DO menurun drastis, sedangkan pada siang hari terjadi sebaliknya karena proses fotosintesis tanaman di dalam tambak banyak menghasilkan oksigen. ( Jurnal Keteknikan Pertanian, Vol.28,No.1 , 2014)

Pengaruh tingkat oksigen terlarut pada makhluk hidup air dapat dilihat pada tabel berikut:

Pengaruh kadar oksigen terlarut terhadap organisme air

Tabel 1. Pengaruh kadar oksigen terlarut terhadap organisme air yang ada di kolam (Boyd, 1990)

Dengan beberapa informasi diatas, ada beberapa modifikasi-modifikasi yang bisa dilakukan pada kincir untuk meningkatkan performa kincir dalam menaikkan DO (dissolve oxygen) atau oksigen terlarut dalam air.

Namun yang terpenting adalah, Delta Agro telah menyiapkan solusi alternatif dalam menaikkan DO secara signifikan.

Akan kita bahas di artikel selanjutnya…..

Ikuti Kami dan Bagikan Artikel ini

 

2 Comments

  1. Herlin Herlin
    January 4, 2017    

    Pak sy mau jadi distrubutor untuk wil sulawesi selatan apa masi bisa. mohon informasinya

    • elmasprabowo elmasprabowo
      January 5, 2017    

      Salam Sukses,Bapak/Ibu Herlin
      Ada nomor telepon yang bisa dihubungi?
      Atau silakan kontak dengan Bapak Andy – 081235042025
      untuk informasi mengenai distributor.
      Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories