Turbin Aerator

Turbin Aerator – Menaikkan Kelarutan Oksigen dalam Air secara Signifikan

 

Seperti yang kami janjikan sebelumnya mengenai solusi untuk menaikkan kelarutan oksigen dalam air secara signifikan dan efisiensi biaya yang cukup baik adalah dengan menggunakan TURBIN AERATOR.

Dapat dikatakan bahwa Turbin Aerator ini masuk dalam kategori Bubble Aerator, yang pada prinsipnya memasukkan udara ke air.  Turbin Aerator memanfaatkan perbedaan tekanan udara diluar dan didalam air. Dengan penggerak dinamo listrik, pipa yang mempunyai lubang udara ini akan memasukkan udara secara terus menerus ke dalam air dimana sudu turbin yang ada dalam satu poros fungsinya akan memecah turbulensi udara yang masuk sehingga dihasilkan udara (gelembung udara) yang cukup kecil. Walhasil, udara tersebut akan dengan mudah terlarut dalam air dan secara otomatis akan menaikkan nilai kelarutan oksigen dalam air.

Turbin_Preview

Turbin Aerator – TA-01Z

Gambar tersebut diatas merupakan salah satu jenis turbin aerator yang dibuat oleh Delta Agro sebagai inovasi dalam menaikkan kelarutan oksigen dalam air.

Chart_TurbinAerator_TA-01

Grafik dissolve oxygen

Grafik tersebut dihasilkan dari pengambilan data sebagai berikut :

Kondisi Awal
( diambil pada kondisi cuaca mendung ; pukul 16.00 wib ; Lokasi Desa Prasung Kec.Buduran – Sidoarjo )

Suhu Air kolam               : 33,3°C

Suhu Udara luar             : 35,2°C
DO                                       : 3 mg/L (ppm)
(DO meter merk Lutron DO-5510)

Luas dan Populasi         : 276 m² (12 m x 23m) ; 30.000 benur

Kemudian turbin aerator dengan dynamo 1 hp (0,75kw – 1 phase) dinyalakan selama 1 jam, dan mulai mengambil data seperti tercantum dalam grafik.

turbin aerator

Uji Turbin Aerator dengan DO meter

 

PERHITUNGAN BIAYA

Asumsi Biaya pemakaian turbin aerator yang akan kita hitung disini adalah dengan data sebagai berikut :

Dinamo/motor listrik 1 Hp, 0,75 kw, 1 phase

Penggunaan turbin aerator selama 12 jam per hari (asumsi mulai jam 18.00 s/d 06.00)

Tarif Dasar listrik PLN – per Mei 2016 (Golongan Tarif R1 s/d B2) :
Rp. 1.353,45/kWh ≈ Rp.1.354
(sumber : http:/www.pln.co.id/wp-content/uploads/2016/05/Tariff-Adjusment-Mei-2016.jpg

Maka :

KWH Pemakaian Listrik :

= daya alat listrik x lama pemakaian (dalam jam)

= 0,75 kWh x 12 jam

= 9 kWh

Biaya Listrik :

= Pemakaian (kWH) x Tarif Dasar Listrik

= 9 kWh x Rp. 1.354

= Rp.12.186

Dari perhitungan tersebut, pemakaian biaya untuk 1 unit turbin aerator dengan pemakaian selama 12 jam adalah sebesar Rp.12.186,- /unit/ hari (12 jam)

 

Perhitungan ini masih dengan asumsi bahwa turbin aerator dijalankan secara terus menerus,
Namun, Bayangkan! apabila dalam waktu 3 jam menjalankan turbin aerator ternyata didapatkan kenaikan oksigen terlarut yang sangat signifikan (mendapatkan dissolve oxygen lebih dari 10 ppm)??
Maka turbin aerator tidak perlu secara terus menerus jalan kan?
Apabila turbin aerator hanya setiap 2 jam dijalankan selama 3 jam maka akan terjadi efisiensi biaya yang begitu banyak sehingga dapat menekan biaya kebutuhan listrik atau bahan bakar dalam setiap siklus.

Ketika terjadi efisiensi biaya dalam setiap siklus budidaya, maka otomatis keuntungan bersih petambak akan semakin meningkat!!!
Bukankah hal ini yang menjadi keinginan setiap petambak?

 

* kami juga menyediakan turbin aerator dengan motor listrik (dinamo) 3 phase supaya beban arus yang timbul dapat dikurangi.

IMG_20160407_155200

turbin aerator

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk Video yang lain, Silakan menuju Galeri

Categories