Kemampuan Kincir Air

SEBERAPA BESAR KEMAMPUAN KINCIR AIR (paddle wheel) UNTUK MENAIKKAN KADAR DO (dissolve oxygen)

 

Seperti janji kami sebelumnya untuk mengulas mengenai modifikasi kincir air dalam menaikkan kelarutan oksigen dalam air, maka kita akan sedikit “mengintip” alias mengutip hasil penelitian rekan dari Institut Pertanian Bogor Jurusan Teknik Pertanian terkait tersebut.

Berikut kutipan-nya :
(Sari Rosmawati, “Pengaruh Modifikasi Aerator Koncir Tipe Pedal lengkung pada Peningkatan Kadar Oksigen Air, Bogor, 2006)
“Modifikasi sistem transmisi dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Budidaya Pertanian, Departemen Teknik Pertanian IPB, Darmaga, Bogor, Jawa Barat. Pengujian lapang kincir aerator pedal lengkung dan pengujian diameter semburan dilakukan di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT), Sukabumi, Jawa Barat.

Hasil dari modifikasi transmisi diperoleh tiga kali reduksi kecepatan putar dengan menggunakan sistem transmisi rantai dan roda gigi yaitu 117 rpm, 138 rpm dan 157 rpm dari sebelumnya 83 rpm, 96 rpm dan 124 rpm. Pada penelitian pendahuluan dilakukan pengukuran oksigen terlarut untuk menentukan waktu yang tepat untuk pengoperasian kincir secara optimal, didapatkan kadar oksigen kolam tertinggi sebesar 4.87 mg/L pada titik satu, 4.57 mg/L pada titik dua, 3.63 mg/L pada titik tiga dan 5.38 mg/L pada titik empat, pada waktu pengamatan berkisar antara pukul 14.00- 16.00. Untuk kadar oksigen terendah pada titik satu sebesar 0.63 mg/L, 0.84 mg/L pada titik dua, 0.89 mg/L pada titik tiga dan 0.95 mg/L pada titik empat, pada waktu pengamatan antara 04.00-06.00. Dari hasil tersebut maka ditentukan waktu pengoperasian kincir yaitu pada pukul 20.00-08.00.

Pada penelitian utama dengan menggunakan aerator tipe pedal lengkung 450, jumlah lubang pada pedal adalah 20, kemiringan pedal 00 dan kecepatan putar 117 rpm, 138 rpm dan 157 rpm, dapat dihasilkan pengukuran maksimum oksigen terlarut yaitu dengan kecepatan putar 157 rpm dengan nilai 4.88 mg/L di permukaan kolam. Pengukuran minimum oksigen terlarut dengan kecepatan putar 117 rpm diperoleh nilai 2.84 mg/L di dasar kolam. Diameter semburan yang terbesar didapat pada perlakuan pedal lengkung 450, jumlah lubang pada pedal adalah 20, posisi pedal datar dan kecepatan putar 157 rpm. Diameter semburan terkecil yaitu pada perlakuan pedal lengkung 450, jumlah lubang pada pedal adalah 20, posisi pedal datar dan kecepatan putar 117 rpm.


Coverage area terbesar didapat pada perlakuan dengan kecepatan putar 157 rpm yaitu seluas 410801 cm2, sedangkan coverage area terkecil dihasilkan pada kecepatan putar 117 rpm yaitu seluas 30485 cm2. Konsumsi daya listrik terkecil yang dihasilkan adalah 560 watt dengan kecepatan putar 117 rpm, sedangkan konsumsi daya listrik terbesar dihasilkan dari kecepatan putar 157 rpm yaitu 622 watt.

Dari semua pengukuran yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa perlakuan pedal lengkung 450, jumlah lubang pada pedal adalah 20, posisi pedal datar dan kecepatan putar 157 rpm merupakan perlakuan yang terbaik untuk meningkatkan nilai kadar oksigen dalam kolam dibandingkan dengan dua perlakuan lainnya.”

Dari hasil penelitian tersebut diatas, hasil modifikasi terbaik dari kincir tersebut hanya mampu menghasilkan kelarutan oksigen dalam air maksimal sebesar 4,88 mg/L (ppm).

model kincir Prasetya2005

Gambar 1. Aerator tipe kincir (Prasetya, 2005)

Berikut merupakan hasil pengambilan data sebelum kincir model tersebut dijalankan :

kadar DO sebelum kincir jalan

Gambar 2. Data DO sebelum kincir dijalankan

dari gambar diatas dapat disampaikan bahwa pada jam 20.00 s/d 10.00 didapatkan nilai kritis kadar DO (dibawah 3 mg/L) sehingga pada rentang jam itulah kincir harus dijalankan.

kadarDO_rpm 157

Gambar 3. Kadar DO terbaik yang dihasilkan oleh Kincir dengan putaran 157 rpm

 

Pun setelah kincir modifikasi dijalankan, hasil maksimal yang dapat diperoleh dari performa kincir tersebut “hanya” 4,88 mg/L.
Sebagai tambahan data, Hasil penelitian tersebut dilakukan pada Kolam ukuran 15 x 20 meter, yang diisi ikan sebanyak 1000 ekor.
(kepadatan populasi ± 3 ekor/m²).

Dapat dibayangkan, banyaknya kincir yang diperlukan dalam menaikkan kadar oksigen terlarut (dissolve oxygen) pada tambak dengan “beban” populasi yang padat pada tambak intensif pasti relatif banyak. Dimana hal tersebut pasti berbanding lurus dengan biaya-biaya pembelian aerator kincir, solar ataupun listrik sebagai tenaga penggerak kincir.

Lantas, Apakah ada suatu pola baru  sebagai bentuk solusi dalam mengatasi hal tersebut? terutama dalam hal minimalisasi maupun efisiensi biaya?

A D A

Delta Agro telah mengembangkan teknologi aplikatif sederhana yang dapat menjadi solusi permasalahan tersebut.

TETAP SEMANGAT  dan selalu ikuti artikel Delta Agro

Bagikan atau follow deltaagro.

 

 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *